Gebyar PSPI-R 2026 Dorong Kecintaan Generasi Muda Karawang pada Seni dan Budaya

Gebyar PSPI-R 2026 Dorong Kecintaan Generasi Muda Karawang pada Seni dan Budaya

Karawang ,Tribuwana – Gebyar PSPI-R 2026 Dorong Kecintaan Generasi Muda Karawang pada Seni dan Budaya
[30/8, 16.19]

Perkumpulan Seluruh Pendeta Indonesia Raya (PSPI-R) menggelar Gebyar PSPI-R 2026 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda sekaligus upaya menumbuhkan kembali kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

Ketua Panitia Gebyar PSPI-R 2026, Pdt. Yohanes Haryanto Lantu, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap perkembangan teknologi digital yang dinilai turut memengaruhi kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sesuatu yang positif. Namun, di sisi lain, derasnya arus digitalisasi perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangkitkan kembali rasa cinta generasi muda di Kabupaten Karawang terhadap seni dan budaya lokal,” ujar Yohanes.

Ia menjelaskan, peserta Gebyar PSPI-R 2026 berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Bahkan, peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Karawang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Jakarta, Depok, dan Cikarang.

Keberagaman peserta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dari panitia. Dalam berbagai penampilan seni, termasuk tari dan fashion show, para peserta berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

“Kami melihat seni dan budaya bisa menjadi sarana yang mempersatukan perbedaan. Di kelompok tari maupun fashion show, peserta bukan hanya dari satu golongan agama, tetapi dari berbagai agama. Ini luar biasa,” katanya.

PSPI-R sendiri merupakan perkumpulan para pendeta yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Kehadiran organisasi tersebut di Kabupaten Karawang diharapkan dapat memberikan dampak positif serta menjadi berkat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.
Yohanes menegaskan, kegiatan Gebyar PSPI-R bukan semata-mata ditujukan bagi komunitas tertentu. Pihaknya justru berharap kegiatan tersebut ke depan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini bukan hanya menjadi program PSPI-R sebagai organisasi Kristen, tetapi dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak dan terbuka bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Panitia juga berharap Gebyar PSPI-R dapat menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal tersebut dinilai penting agar pembinaan seni dan budaya di kalangan pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Selain pemerintah, panitia juga mengajak orang tua, tokoh agama, para profesional, wartawan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap perkembangan generasi muda.

“Kita harus bersama-sama bersinergi membantu generasi muda yang ada di Kabupaten Karawang,” ujar Yohanes.
Ia berharap kegiatan tersebut turut mendukung visi pembangunan Karawang agar semakin maju, tidak hanya dalam bidang ekonomi dan teknologi, tetapi juga dalam pelestarian seni, budaya, pendidikan, serta penguatan persatuan masyarakat.
Gebyar PSPI-R 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak dini. Dengan mencintai dan melestarikan budaya lokal, generasi muda diharapkan semakin memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara. ( Gofur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *