Mahasiswa Uns Ajak Siswa Sma Lawan Bahaya Rokok Dengan Teknologi Terintegrasi Arduino Uno Sebagai Langkah Nyata Teknologi Guna

Pada Selasa, 16 September 2025, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak yang terdiri dari tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMA Islam Diponegoro. Kegiatan ini mengusung tema “Asapmu, Racunku: Selamatkan Generasi dari Rokok!” dan menjadi bagian dari rangkaian program Hibah Pembelajaran Berdampak yang telah dirancang sebelumnya. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya asap rokok sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi mikrokontroler sebagai solusi inovatif untuk mengurangi dampak rokok bagi perokok pasif

Meskipun banyak sekolah telah menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), paparan asap rokok masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Asap tersebut dapat berasal dari teman sebaya, area di luar sekolah, maupun aktivitas merokok di tempat yang seharusnya bebas rokok. Paparan asap rokok atau second-hand smoke mengandung zat berbahaya yang berisiko menimbulkan gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker. Oleh karena itu, tim Hibah Pembelajaran Berdampak berupaya menghadirkan langkah preventif melalui inovasi teknologi berbasis Arduino Uno yang diperoleh dari pembelajaran perkuliahan.

Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah sosialisasi bahaya asap rokok yang membahas dampak kesehatan bagi perokok pasif serta pentingnya menjaga lingkungan sekolah bebas asap rokok. Tahap kedua berupa pengenalan teknologi sensor asap rokok berbasis Arduino Uno, meliputi pengenalan komponen seperti sensor gas atau partikulat, Arduino Uno, modul buzzer dan LED, serta dasar perakitan dan pemrogramannya. Tahap terakhir adalah perancangan alat, di mana siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merakit sensor asap rokok melalui kegiatan ekstrakurikuler elektronika.

Sasaran program ini adalah siswa SMA Islam Diponegoro dari kelas X, XI, dan XII yang memiliki ketertarikan pada bidang elektronika dan kepedulian terhadap bahaya asap rokok. Melalui kerja sama dengan pihak sekolah, program ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus pembelajaran praktis. Ketua pelaksana kegiatan, Zyahra Putri Ramadhani, menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif, serta menumbuhkan minat belajar fisika khususnya di bidang elektronika.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dosen Pembimbing, Dr. Suharno, S.Pd., M.Si., yang menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program dan berharap kegiatan dapat berjalan secara terkoordinasi dengan baik. Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Fatimah Farchana, S.Pd., yang menekankan bahwa rokok merupakan sesuatu yang membawa dampak buruk dan bersifat adiktif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama siswa. Pada sesi ini, siswa dikenalkan pada berbagai dampak kesehatan akibat menjadi perokok pasif serta konsep dasar sensor, mikrokontroler, dan rangkaian elektronik. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.

Tahap berikutnya adalah praktik pengenalan dan perakitan sensor asap rokok berbasis Arduino Uno. Siswa bekerja dalam kelompok untuk merakit alat yang telah diperkenalkan sebelumnya. Selama proses perakitan, siswa menunjukkan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Beberapa siswa telah memiliki dasar pengetahuan elektronika sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan cepat, sementara sebagian lainnya baru pertama kali mengenal dunia elektronika. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat belajar mereka. Diskusi aktif pun terjadi, termasuk pertanyaan kritis mengenai keterbatasan jangkauan deteksi alat, yang dijelaskan oleh tim pelaksana sebagai peluang pengembangan inovasi di masa depan.

Walaupun alat sensor asap rokok yang dirancang masih memiliki keterbatasan, program ini memiliki sejumlah keunggulan. Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pembelajaran teknologi secara aktif, menggunakan alat yang relatif murah dan mudah dirakit sehingga memungkinkan diterapkan di sekolah dengan fasilitas terbatas. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan siswa dalam bidang elektronika, mikrokontroler, dan pemecahan masalah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan sekolah yang bebas asap rokok.

Pelaksanaan Program Hibah Pembelajaran Berdampak ini mendapatkan respons positif dari guru maupun siswa SMA Islam Diponegoro. Salah satu siswa kelas X.2, Fatimah Assegaf, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuannya tentang Arduino. Ke depannya, tim pelaksana merencanakan keberlanjutan program melalui kerja sama dengan komunitas elektronika serta dinas kesehatan setempat agar sosialisasi dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Surakarta. Melalui inovasi sederhana berupa sensor asap rokok berbasis Arduino Uno, diharapkan tercipta pembelajaran yang lebih bermakna serta lingkungan sekolah yang lebih sehat, sekaligus mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam mewujudkan sekolah bebas asap rokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *