Sinergi KKN UNS dan Masyarakat Desa Dawung dalam Pendidikan Karakter, Literasi Ilmiah, serta Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan Program Hibah Pembelajaran Berdampak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan dan mengatasi permasalahan sosial di tingkat desa, serta mendorong penguatan budaya literasi dan penelitian melalui pengenalan Karya Ilmiah Remaja (KIR) pada siswa. Program ini merupakan bagian dari Hibah Grup Riset yang berada di bawah bimbingan Anif Jamaludin, S.Si., M.Si., Ph.D. dan tim Pycar Hibah dari Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNS.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan masyarakat. Pada saat itu, Bapak Sumarno menyampaikan bahwa “Permasalahan sampah masih menjadi keprihatinan bersama di Desa Dawung. Sampah yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan dampak terhadap kesehatan serta kenyamanan lingkungan akibat bau yang menyengat. Keterbatasan sistem pengelolaan limbah menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di sekitar rumah warga, bahkan mendorong sebagian masyarakat untuk membuang sampah ke sungai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi yang berkelanjutan terkait pengelolaan limbah di tingkat rumah tangga.” Selain itu, permasalahan tersebut menjadi salah satu contoh nyata yang dapat dikembangkan sebagai topik KIR dan bahan pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Sosialisasi Penulisan Karya Ilmiah di SMA Baitul Qur’an Sragen
Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah pelaksanaan Sosialisasi Penulisan Karya Ilmiah di SMA Baitul Qur’an Sragen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi akademik serta kemampuan berfikir kritis siswa melalui pemahaman dasar penulisan artikel ilmiah. Materi yang disampaikan mengangkat tema “How to Start Writing Article?” yang membahas pentingnya menulis karya ilmiah, jenis-jenis artikel, serta alur berfikir sistematis dalam proses penulisan artikel penelitian.

Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai struktur utama artikel ilmiah yang meliputi judul, abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta penulisan referensi sesuai kaidah ilmiah. Penyampaian materi dilakukan dengann pendekatan sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan respons positid dari peserta dan diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi siswa SMA Baitul Qur’an Sragen dalam menyusun karya ilmiah yang runtut dan berkualitas.

Dampak Buang Sampah Sembarangan terhadap Lingkungan dan Kesehatan
Kebiasaan membuang sampah sembarangan memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat saluran air dan selokan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir, terutama saat musim hujan. Selain itu, sampah yang dibuang ke sungai menyebabkan pencemaran air yang berdampak pada matinya ikan dan hewan air lainnya serta menurunnya kualitas lingkungan perairan.

Dari sisi kesehatan, lingkungan yang kotor akibat penumpukan sampah menjadi tempat berkembang biaknya berbagai vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus. Kondisi ini dapat memicu munculnya penyakit berbahaya, antara lain diare, demam berdarah, dan kolera. Tidak hanya itu, pembakaran sampah secara sembarangan juga menghasilkan polusi udara berupa gas beracun seperti karbon monoksida dan dioksin yang berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.

Melalui kegiatan Pendidikan Karakter yang dilaksanakan dalam program KKN, anak-anak diberikan pemahaman mengenai bahaya membuang sampah sembarangan serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap peduli, bertanggung jawab, dan disiplin dalam mengelola sampah sejak dini, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Penyebaran Brosur Pengolahan Limbah Makanan

Sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program penyebaran brosur pengolahan limbah makanan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKN yang terintegrasi dengan Program Hibah Pembelajaran Berdampak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran lingkungan masyarakat mengenai limbah makanan, yaitu sisa bahan pangan yang terbuang karena tidak dikonsumsi, rusak, atau telah melewati masa kedaluwarsa. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak negatif limbah makanan apabila tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta potensi peningkatan emisi gas metana.

Media brosur dipilih sebagai sarana sosialisasi karena dinilai praktis dan efektif dalam menyampaikan informasi secara ringkas dan visual. Brosur yang dibagikan memuat pengertian limbah makanan, penyebab limbah makanan menjadi permasalahan lingkungan, serta alternatif pemanfaatannya, seperti pengolahan menjadi kompos, pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku activated carbon untuk penjernih air, dan budidaya maggot sebagai pakan ternak. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat yang ditunjukkan melalui antusiasme warga dalam menerima brosur dan berdiskusi mengenai penerapan pengolahan limbah makanan di lingkungan rumah tangga.

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Makanan Menjadi Media Penjernih Air
Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terus dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah makanan menjadi media penjernih air. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi limbah makanan yang selama ini dianggap tidak bernilai, namun sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif ramah lingkungan dalam proses penjernihan air.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan pengolahan limbah makanan, seperti sisa kulit buah dan bahan organik lainnya, yang dapat diolah menjadi karbon aktif atau media filtrasi sederhana. Pemanfaatan limbah ini dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjadi solusi ekonomis dalam meningkatkan kualitas air bersih.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta mampu mengembangkan inovasi sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan. Pemanfaatan limbah makanan sebagai media penjernih air diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pemasangan Kran Pemfilter Air

Permasalahan air keruh masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh sebagian masyarakat akibat tingginya kandungan partikel lumpur, sedimen, serta bahan organik yang terbawa dari sumber air, terutama pada musim hujan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pemanfaatan air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan apabila digunakan secara terus-menerus. Menyikapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terintegrasi dalam Program Hibah Pembelajaran Berdampak berupaya menghadirkan solusi sederhana, tepat guna, dan mudah diterapkan berupa pemasangan kran filtrasi air yang memanfaatkan media penyaring dari hasil olahan food waste untuk menyaring partikel-partikel penyebab kekeruhan agar air menjadi lebih jernih dan layak digunakan.

Sebagai bentuk implementasi inovasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan pemasangan kran filtrasi air di beberapa titik sumber air yang masih mengalami permasalahan kekeruhan di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, dengan lokasi yang ditentukan berdasarkan hasil observasi awal serta masukan dari perangkat desa dan warga setempat. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar, disertai dengan penjelasan mengenai cara pemasangan, alur kerja filtrasi, serta perawatan sederhana agar kran dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, air yang sebelumnya tampak keruh mengalami perbaikan secara visual menjadi lebih jernih, sehingga diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses air dengan kualitas yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi sederhana berbasis lingkungan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *