Tawangmangu — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret menghadirkan ekstrakurikuler elektronika berbasis Internet of Things (IoT) di SMAN Tawangmangu sebagai bagian dari pelaksanaan Program Hibah Pembelajaran Berdampak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi peserta didik sekaligus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi abad ke-21. Kegiatan ini didampingi oleh Bapak Dr. Yulianto Agung Rezeki, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing lapangan dan Bapak Nur Huda Abdullah, S.Pd. selaku guru fisika SMAN Tawangmangu.
Kegiatan pengabdian ini dirancang secara sistematis dan dilaksanakan melalui tahapan yang terintegrasi. Tahapan awal diawali dengan perencanaan dan koordinasi bersama pihak sekolah untuk memetakan kebutuhan pembelajaran, menyusun jadwal kegiatan, serta menyesuaikan program dengan kondisi dan karakteristik siswa. Selanjutnya, tim mahasiswa menyusun KIT elektronika berbasis IoT yang digunakan sebagai media utama dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, mahasiswa Pendidikan Fisika UNS juga terlibat langsung dalam pendampingan guru fisika dan PKWU di kelas, bimbingan belajar fisika bagi siswa, serta penyelenggaraan seminar beasiswa untuk memberikan motivasi dan wawasan kepada siswa dan wali siswa terkait peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ekstrakurikuler elektronika berbasis IoT yang menjadi fokus utama program, dan ditutup dengan Gelar Karya Inovasi sebagai puncak kegiatan.

Ekstrakurikuler elektronika berbasis IoT ini menjadi wadah pembelajaran nonformal bagi siswa yang memiliki minat di bidang teknologi dan elektronika. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar elektronika, berbagai sensor, serta pemrograman mikrokontroler secara langsung. Tidak hanya mempelajari teori, siswa juga melakukan praktik perakitan, pemrograman, dan pengujian sistem IoT menggunakan perangkat seperti ESP32 dan aplikasi Blynk yang dapat diakses melalui smartphone.
Berbagai proyek otomasi sederhana berhasil dikembangkan selama kegiatan berlangsung. Proyek-proyek tersebut antara lain smart garden, smart fan, sistem monitoring suhu dan kelembapan, sistem monitoring kuat arus listrik, serta saklar otomatis yang relevan dengan kebutuhan dan permasalahan di lingkungan sekitar. Melalui pendekatan project-based learning, siswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah. Mahasiswa Pendidikan Fisika UNS berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan ide, perakitan rangkaian, pemrograman, hingga proses pengujian dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler.
Sebagai puncak kegiatan, Gelar Karya Inovasi diselenggarakan sebagai ajang apresiasi dan unjuk hasil belajar siswa. Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan event Etra Fest 26 yang diselenggarakan oleh SMAN Tawangmangu. Dalam kegiatan ini, siswa mempresentasikan hasil mini project IoT yang telah mereka rancang. Siswa menjelaskan latar belakang ide, konsep kerja alat, proses pembuatan, serta manfaat dari inovasi yang dihasilkan di hadapan guru dan rekan siswa lainnya. Selain menampilkan hasil karya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi ilmiah dan kepercayaan diri siswa.
Ketua tim mahasiswa menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi semata, tetapi juga pada penguatan keterampilan abad ke-21. “Melalui ekstrakurikuler dan gelar karya ini, siswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan minat siswa terhadap sains dan teknologi,” ujarnya.
Pihak SMAN Tawangmangu menyambut positif pelaksanaan program pengabdian ini. Kepala sekolah SMAN Tawangmangu, Bapak Giyato, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sebelas Maret karena telah memilih SMAN Tawangmangu sebagai sasarannya “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini dan berterima kasih kepada mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang telah melaksanakan program pengabdian di SMAN Tawangmangu. Kegiatan ekstrakurikuler elektronika berbasis IoT ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini karena memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan menarik bagi siswa. Melalui kegiatan ini, motivasi siswa terhadap teknologi semakin meningkat.”
Dengan terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan hingga tahap gelar karya, program pengabdian mahasiswa Pendidikan Fisika UNS ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi peserta didik. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dikembangkan dan direplikasi di sekolah lain.













